Showing posts with label BNN. Show all posts
Showing posts with label BNN. Show all posts

Monday, March 4, 2019

BNN MEMBONGKAR SINDIKAT EKSTASI SUMUT, ANGGOTA TNI AD TERLIBAT

BNN MEMBONGKAR SINDIKAT EKSTASI SUMUT, ANGGOTA TNI AD TERLIBAT




CANDUQQ- Badan Narkotika Nasional (BNN) meringkus enam orang tersangka jaringan peredaran narkoba di Sumatra Utara. Satu di antaranya merupakan anggota TNI.

Dari para pelaku, petugas menyita barang bukti berupa 50 ribu butir ekstasi yang akan diedarkan di Sumatra.

"Enam orang tersangka yang ditangkap masing-masing berinisial S, H, Hr, D, SM, dan A. Sedangkan barang bukti yang diamankan yakni 10 bungkus pil ekstasi dengan total 50.000 butir," kata Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI Irjen Pol Arman Depari, Sabtu (2/3).

Arman menyebutkan pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat tentang adanya pengiriman ekstasi dari Medan menuju Lubuk Linggau, Jumat (1/3). Selanjutnya, petugas melakukan penyelidikan.

"Lalu diperoleh informasi bahwa pengiriman ekstasi tersebut dilakukan dengan menggunakan jalur darat. Kemudian, di Jalan Lintas Sumatra, Lubuk Linggau, Sumatra Selatan, petugas menangkap 3 orang tersangka dan mengamankan 4 kantong narkoba jenis ekstasi," ucapnya.

Dari keterangan para tersangka, dilakukan pengembangan ke Sumatra Utara. Tepatnya di Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, petugas berhasil menangkap tersangka D. Dari pengakuan D kepada penyidik, ia diperintah oleh seseorang yang diduga anggota TNI, Serda SM.

"Kemudian tim BNN berkoordinasi dengan Dandim 0204 Deli Serdang, Subdenpom I/1-3 Lubuk Pakam, Subdenpom I/1-1 Tebingtinggi dan unit intel, sehingga berhasil mengamankan Serda SM," jelas Arman.

Agen Domino- Petugas gabungan BNN dan Puspom TNI AD selanjutnya membawa D dan Serda SM ke peternakan sapi di Desa Sukaraja, Kecamatan Pegajahan, Serdang Bedagai. Dari sini ditemukan enam bungkus ekstasi yang ditanam di kandang sapi milik warga. Lalu tim membawa para tersangka ke BNN.

"Sedangkan terhadap oknum TNI diserahkan ke Pom TNI untuk dilakukan proses penyidikan selanjutnya. Total ekstasi yang diamankan yakni 50.000 butir. Selain barang bukti narkotika, juga diamankan 1 unit mobil Calya BK 1813 MU, beberapa ponsel dan kartu identitas para tersangka," bebernya. (mr)

Tuesday, January 15, 2019

CANDUQQ | DIBANTU ANAK DAN MENANTU KENDALIKAN KAPAL ISI 70 KG SABU

DIBANTU ANAK DAN MENANTU KENDALIKAN KAPAL ISI 70 KG SABU




CANDUQQ- Kapal Motor (KM) Karibia yang mengangkut narkoba jenis sabu sebanyak 70 kg dan 10 ribu butir ekstasi dikendalikan seorang narapidana (napi) Lapas Tanjung Gusta Medan. Kapal kayu bermuatan barang haram ini ditangkap di Perairan Lhoksukon, Aceh Utara, Selasa (15/1)

Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN), Irjen Pol Arman Depari mengatakan pihaknya telah menangkap Ramli bin Arbi, narapidana yang mengendalikan penyeludupan narkotika tersebut. Dalam aksinya Ramli melibatkan anak dan menantunya untuk membantunya.

"Lima orang yang ditangkap memiliki ikatan keluarga yakni orang tua, anak dan menantu. Kelimanya yakni Ramli bin Arbi, Saiful Bahri, Muhammad Zubir, Muhammad Zakir dan Metaliana," ujar Arman kepada wartawan di Belawan, Medan, Selasa (15/1).

Arman menjelaskan narkoba tersebut dipesan dari Thailand oleh tersangka Ramli. Dengan memanfaatkan jaringannya di luar negeri, narkoba itu kemudian diantar ke tengah laut dan dijemput oleh menantunya Muhammad Zubir yang merupakan suami dari anaknya Metaliana.

Agen Domino- Dengan menggunakan KM Karibia, Muhammad Zubir menjemput narkoba tersebut bersama Saiful Bahri dan Muhammad Zakir.

"Lalu petugas BNN dan Bea Cukai yang menggelar patroli rutin menangkap para pelaku dan kapal kayu tersebut Perairan Lhoksukon," kata Arman.

Barang bukti berupa sabu dan ekstasi tersebut, lanjut Arman, ditemukan petugas di bawah kemudi kapal. Kemudian, petugas melakukan pengembangan dan menangkap Metaliana dan Ramli bin Arbi. Saat ini para tersangka menjalani penahanan.

"Barang bukti narkoba dan kapal yang digunakan serta perlengkapan komunikasi lainnya diamankan di Pelabuhan Bea dan Cukai, Belawan. Petugas masih terus melakukan pengembangan kasus," paparnya.