Showing posts with label FPI. Show all posts
Showing posts with label FPI. Show all posts

Friday, March 29, 2019

Fpi Menyebut Rizieq Mencoblos Di mekkah, Bukan Di Indonesia

Fpi Menyebut Rizieq Mencoblos Di mekkah, Bukan Di Indonesia




CANDUQQ- Sekretaris Umum DPP Front Pembela Islam (FPI) Munarman menyatakan Rizieq Shihab akan menggunakan hak suaranya pada Pemilu 2019 di Mekkah, Arab Saudi. Imam besar FPI itu, kata Munarman, tidak mencoblos di Indonesia.

"Insyaallah nyoblos di Mekkah bila tidak ada halangan dan hambatan," tutur Munarman.Rabu (27/3). domino kiukiu

Munarman tidak mengatakan pemerintah setempat bakal memberikan pengamanan khusus kepada Rizieq. Hal ini berkenaan beberapa kejadian kurang mengenakan yang dialami Rizieq.

Misalnya, ketika ada, yang memasang bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid di tembok rumahnya. Rizieq, menurut Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif, juga pernah dipantau intelijen. Slamet menyebut ada pihak yang menyewa rumah dekat kediaman Rizieq untuk memantau.

Munarman tidak menyinggung kembali peristiwa-peristiwa yang pernah dialami Rizieq. Dia hanya mengatakan kondisi di Arab Saudi saat ini aman dan tenteram.

"Insyaallah Kerajaan Saudi kondisinya aman dan tenteram, kerajaan juga sangat welcome dengan Habib (Rizieq Shihab)," tutur Munarman. poker

Komisi Pemilihan Umum (KPU) memberikan jadwal lebih awal dari pemilih di luar negeri untuk menggunakan hak demokrasinya. Pemungutan suara di luar negeri dijadwalkan pada 8-14 April 2019, sedangkan di dalam negeri akan dilakukan 17 April mendatang. Akan tetapi proses penghitungan dilakukan bersamaan dengan di dalam negeri.

KPU menetapkan tiga metode pemungutan suara bagi pemilih di luar negeri.

Metode pertama yaitu pemilih luar negeri mendatangi tempat Pemungutan Suara (TPS) yang akan dibuka di kantor kedutaan RI atau konsulat jenderal di masing-masing negara.

Metode kedua, yaitu kotak suara keliling yang akan mendatangi pemilih pada jam tertentu. Serta metode ketiga melakukan pemungutan suara dengan menggunakan pos.

Bagi yang menggunakan pos, pada 20 Maret lalu Komisioner KPU Ilham Saputra menyatakan sejak 8 Maret sudah mulai dikirim bagi pemilih yang ingin menggunakan metode tersebut. Dia menerangkan proses pencoblosan via pos memang bisa lebih cepat. Sebab KPU mengirim surat suara ke alamat para pemilih jauh-jauh hari.

Agen Domino- Imam Besar FPI Rizieq Shihab sempat tersandung kasus percakapan mesum atau pornografi. Berawal dari konten blog "baladacintarizieq" yang diunggah pada 28 Januari 2017. Isinya tangkapan layar (screenshot) percakapan bermuatan pornografi diduga antara Rizieq dengan Firza Husein aktivis Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana.

Rizieq dinilai telah melanggar Pasal 4 ayat (1) juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 8 juncto Pasal 34 Undang-undang 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Sementara Firza dijerat dengan Pasal 4 ayat (1) juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 8 juncto Pasal 34 Undang-undang 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman pidana lima tahun penjara.

Namun, sebulan sebelum jadi tersangka Rizieq sudah berada di Arab Saudi untuk umrah. Setelah itu, Rizieq tak pernah kembali ke Indonesia meskipun sempat beberapa kali para pendukungnya merencanakan penyambutan kepulangannya, termasuk saat Milad FPI dan 21 Februari 2018 lalu.

Bulan berganti bulan, tahun berganti tahun, Polda Metro Jaya akhirnya menghentikan kasus Rizieq pada Juni 20218. Meski begitu, hingga kini Rizieq masih belum pulang ke Indonesia.

Sebelumnya, Munarman mengatakan Rizieq akan pulang berdasarkan pertimbangan isyarah dan bisyarah. Isyarah yang dimaksud Munarman adalah petunjuk bahwa keadilan sudah ada di Indonesia. Sementara bisyarah yakni kabar gembira bahwa rasa aman telah ada di benak masyarakat Indonesia. Dewapokerasia

Rasa aman itu, lanjut Munarman, dirasakan seluruh warga negara Indonesia, bukan hanya dirasakan Rizieq semata.

Munarman mengatakan bentuk rasa aman itu adalah bebas dari rasa takut untuk menyuarakan kritik, bebas dari persekusi, bebas dari kriminalisasi. Pula, bebas dari penggusuran, kebohongan, janji yang tidak ditepati, serta proses hukum yang penuh rekayasa.

"Tentu saja Habib Rizieq berterima kasih bila Pak Prabowo menjemputnya, namun pertimbangan isyarah dan bisyarah menjadi variabel utama," kata Munarman.

"Perlu dicatat, Habib Rizieq sudah sangat rindu pulang ke kampung halamannya," ucap dia.

Thursday, February 28, 2019

PUNYA BUKTI, JURNALIS LAPORKAN LAGI INTIMIDASI DI MALAM MUNAJAT 212

PUNYA BUKTI, JURNALIS LAPORKAN LAGI INTIMIDASI DI MALAM MUNAJAT 212




CANDUQQ- Satu lagi seorang jurnalis yang meliput acara Munajat 212 melapor ke polisi atas kekerasan yang ia alami. Laporan kali ini berasal dari Endra Rizaldi, jurnalis CNN Indonesia TV, yang mendapat intimidasi saat melakukan pekerjaannya dari sekelompok orang di acara tersebut.

Kepala Peliputan CNN Indonesia TV Revolusi Riza yang mendampingi Endra mengatakan laporan yang mereka buat berdasarkan dugaan penghalangan kerja jurnalistik. Sementara itu, pihak yang dilaporkan adalah massa yang memakai atribut ormas Front Pembela Islam (FPI).

"Pasal [yang digunakan]-nya penghalang-halangan kerja jurnalistik, melanggar Pasal 4 UU Pers No 40 Tahun 1999 [tentang Pers]. Walaupun kemudian ada juncto kekerasan di KUHP tapi yang kita kedepankan UU Pers-nya yang kita laporkan," kata Riza usai menemani Endra membuat laporan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (27/2).

Riza menekankan aksi massa yang mengintimidasi Endra saat bekerja tidak dapat dibenarkan. Tindakan massa meminta Endra untuk menghapus rekaman hasil peliputannya ia anggap menghalangi hak publik untuk memperoleh informasi mengenai peristiwa yang berlangsung.

Dalam laporan bernomor LP/1219/II/2019/PMJ/Dit.Reskrimum ini, ada dua keterangan saksi yang mereka andalkan. Di samping itu, pihak Endra juga membawa bukti berupa kamera dan rekaman.

Agen Domino- Keberadaan bukti ini yang menurut Riza membedakan dengan pelaporan serupa atas nama Satria Kusuma, jurnalis Detik.com, yang turut mendapat intimidasi dan kekerasan dari massa beratribut FPI.

"Kemarin kan kasus hari Jumat dilaporkan. Itu rumit karena enggak ada bukti videonya, jadi polisi identifikasinya jadi susah. Kalau ini kami bawa bukti rekaman ketika dia diminta menghapus itu," kata Riza.

Kendati demikian, Riza menegaskan laporan ini akan memperkuat laporan serupa yang dibuat jurnalis lain yang mendapat kekerasan di acara Munajat 212 itu. Ia berharap pihak berwajib dapat mengidentifikasi pelaku intimidasi dan kekerasan tersebut.

Ucapan Maaf

Endra bercerita bahwa saat itu dia hanya refleks merekam kericuhan yang dipicu oleh tertangkapnya seorang copet di dekat pintu masuk VIP acara Munajat 212 di Monas, Kamis (21/2). Hanya karena mengambil gambar itu, ia mengaku didorong beberapa kali oleh sejumlah orang beratribut FPI.

Kejadian itu berakhir dengan diusirnya Endra dari lokasi acara dan dihapusnya rekaman tentang kericuhan tadi sesuai desakan dan intimidasi massa.

"Cuma pendorongan saja yang saya alami, mungkin dua, tiga kali didorong. Saya pikir karena ada kawan saya, Joni, yang jagain di belakang, supaya enggak lebih banyak yang dorong saya jadi bisa menyelesaikan masalah di situ juga untuk cari jalan tengahnya," tutur Endra.

Ia menambahkan hingga saat ini belum ada ucapan maaf dari pihak panitia atas insiden yang menimpanya.

Riza yang juga menjabat Sekjen Aliansi Jurnalis Independen (AJI), membenarkan belum ada inisiatif dari panitia untuk membicarakan hal ini. Kendati pun ada, ia menekankan proses penegakan hukum harus tetap berjalan.

"Kalau misalkan nanti diajak ngobrol ya monggo aja tapi proses hukum akan jalan," kata Riza.

PUNYA BUKTI, JURNALIS LAPORKAN LAGI INTIMIDASI DI MALAM MUNAJAT 212

PUNYA BUKTI, JURNALIS LAPORKAN LAGI INTIMIDASI DI MALAM MUNAJAT 212




CANDUQQ- Satu lagi seorang jurnalis yang meliput acara Munajat 212 melapor ke polisi atas kekerasan yang ia alami. Laporan kali ini berasal dari Endra Rizaldi, jurnalis CNN Indonesia TV, yang mendapat intimidasi saat melakukan pekerjaannya dari sekelompok orang di acara tersebut.

Kepala Peliputan CNN Indonesia TV Revolusi Riza yang mendampingi Endra mengatakan laporan yang mereka buat berdasarkan dugaan penghalangan kerja jurnalistik. Sementara itu, pihak yang dilaporkan adalah massa yang memakai atribut ormas Front Pembela Islam (FPI).

"Pasal [yang digunakan]-nya penghalang-halangan kerja jurnalistik, melanggar Pasal 4 UU Pers No 40 Tahun 1999 [tentang Pers]. Walaupun kemudian ada juncto kekerasan di KUHP tapi yang kita kedepankan UU Pers-nya yang kita laporkan," kata Riza usai menemani Endra membuat laporan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (27/2).

Riza menekankan aksi massa yang mengintimidasi Endra saat bekerja tidak dapat dibenarkan. Tindakan massa meminta Endra untuk menghapus rekaman hasil peliputannya ia anggap menghalangi hak publik untuk memperoleh informasi mengenai peristiwa yang berlangsung.

Dalam laporan bernomor LP/1219/II/2019/PMJ/Dit.Reskrimum ini, ada dua keterangan saksi yang mereka andalkan. Di samping itu, pihak Endra juga membawa bukti berupa kamera dan rekaman.

Agen Domino- Keberadaan bukti ini yang menurut Riza membedakan dengan pelaporan serupa atas nama Satria Kusuma, jurnalis Detik.com, yang turut mendapat intimidasi dan kekerasan dari massa beratribut FPI.

"Kemarin kan kasus hari Jumat dilaporkan. Itu rumit karena enggak ada bukti videonya, jadi polisi identifikasinya jadi susah. Kalau ini kami bawa bukti rekaman ketika dia diminta menghapus itu," kata Riza.

Kendati demikian, Riza menegaskan laporan ini akan memperkuat laporan serupa yang dibuat jurnalis lain yang mendapat kekerasan di acara Munajat 212 itu. Ia berharap pihak berwajib dapat mengidentifikasi pelaku intimidasi dan kekerasan tersebut.

Ucapan Maaf

Endra bercerita bahwa saat itu dia hanya refleks merekam kericuhan yang dipicu oleh tertangkapnya seorang copet di dekat pintu masuk VIP acara Munajat 212 di Monas, Kamis (21/2). Hanya karena mengambil gambar itu, ia mengaku didorong beberapa kali oleh sejumlah orang beratribut FPI.

Kejadian itu berakhir dengan diusirnya Endra dari lokasi acara dan dihapusnya rekaman tentang kericuhan tadi sesuai desakan dan intimidasi massa.

"Cuma pendorongan saja yang saya alami, mungkin dua, tiga kali didorong. Saya pikir karena ada kawan saya, Joni, yang jagain di belakang, supaya enggak lebih banyak yang dorong saya jadi bisa menyelesaikan masalah di situ juga untuk cari jalan tengahnya," tutur Endra.

Ia menambahkan hingga saat ini belum ada ucapan maaf dari pihak panitia atas insiden yang menimpanya.

Riza yang juga menjabat Sekjen Aliansi Jurnalis Independen (AJI), membenarkan belum ada inisiatif dari panitia untuk membicarakan hal ini. Kendati pun ada, ia menekankan proses penegakan hukum harus tetap berjalan.

"Kalau misalkan nanti diajak ngobrol ya monggo aja tapi proses hukum akan jalan," kata Riza.

BIKIN RUSUH SERUKAN GANTI PRESIDEN DI ACARA NU, 8 ORANG DARI FPI DIBEKUK

BIKIN RUSUH SERUKAN GANTI PRESIDEN DI ACARA NU, 8 ORANG DARI FPI DIBEKUK




CANDUQQ- Polisi menangkap delapan orang dari Front Pembela Islam (FPI) yang meneriakkan "ganti presiden" serta mengacungkan dua jari di acara tablig akbar dan tausiah kebangsaan dalam memperingati hari Lahir ke-93 Nahdlatul Ulama (NU).

Kegiatan ini sendiri digelar di Lapangan Sri Mersing Kota Tebing Tinggi, Sumut, Rabu (27/2/2019).

"Saat seorang penceramah bernama Gus Muwafiq tengah memberikan tausiah, datanglah Suhairi alias Gogon dan rekannya yang berasal dari FPI. Mereka berusaha masuk ke lokasi kegiatan dan ingin membubarkan acara itu," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja.

Tatan menyebutkan Suhairi dan rekannya merasa tidak terima atas kegiatan tablig akbar tersebut. Mereka juga menyebut kegiatan itu sesat. Tak hanya itu, lanjut Tatan, ada salah satu teman Suhairi yang menyampaikan kalimat "bubar semua.. bubar semua". Kelompok ini, kata Tatan, datang mengenakan baju #gantipresiden dan mengacungkan dua jari.

"Mereka datang memakai kaos #gantipresiden. Pas mereka masuk, bajunya itu ditutupi, tapi saat berada di dalam, baju luarnya dibuka. Jadi mereka pakai dua baju. Kemudian mereka juga acungkan dua jari. Orang kegiatan agama kok, apa hubungannya dengan itu?" ujarnya.

Agen Domino- Petugas pengamanan, lanjut Tatan, berupaya untuk mengingatkan dan meminta Suhairi agar tidak membuat keributan dan kegaduhan. Mereka juga berusaha menghalau dan mengingatkan para perusuh agar tidak masuk ke dalam areal kegiatan yang juga dihadiri Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto itu.

"Tetapi mereka semakin berteriak-teriak, minta acara itu dibubarkan dan memaksa Ibu-ibu yang ikut pengajian tersebut untuk berdemo. Tapi ditolak oleh ibu-ibu ajakan tersebut. Mereka tidak terima dan terus membuat kekacauan dan provokasi untuk membubarkan acara tersebut. Mereka juga mendorong-dorong personel kita," ujarnya.

Atas kericuhan itu, personel Polres Tebing Tinggi langsung mengamankan sebanyak 8 orang. Mereka adalah Syahrul Amri Sirait (Ketua DPC FPI Padang Hilir), Muhammad Fauzi Saragih (simpatisan FPI, Muhammad Husni Habibie (Wali Laskar FPI).

Kemudian Anjas (Simpatisan FPI), Arif Darmadi (Anggota DPC FPI Tebingtinggi), Amirudin Sitompul (Panglima Jihad FPI), Suhairi alias Gogon (Anggota FPI / Mantan Ketua DPC FPI Padang Hilir) dan Oni Qital (Kadiv Aksi Front Mahasiswa Islam ).

"Awalnya ada sembilan orang yang diamankan. Tapi setelah diperiksa, satu orang itu tidak terlibat, jadi dipulangkan. Saat ini ke delapan laki-laki yang diamankan tersebut sedang dilakukan interogasi di Satreskrim Polres Tebing Tinggi," ujarnya.